Rabu, 18 November 2015

ketahui agar tau

                                                    

                                                Terlalu nihil jika kamu ingin tau tentang semua ini..
                                                      tentang diri ini dan semuanya...

:
"apapun yang aku punya...
apaun yang aku miliki..
apapaun yang aku gengam..
apaun yang aku rasa"

dimana pun aku punya keputusaan untuk saat ini atau kedepan..
sebelum matahari terbit ataupun tenggelam...
jangan disesali tapi rasakanlah....
                      
lepasnya bukan berarti untuk hilang di ingat...
namun untuk diingat siapa yang dekat itu pernah mengubah di buatnya...
pengalamannya membuat sakit atau tidak...
itulah konsekuensi...

jika salahnya bisa di maafkan tentunya  akan ada kelanjutan...
lebih nyata  di ufuk mata dan terkombinasi dengan angan-angan 
imajinasi otak yang matang...
jika ada...
tak berani ''ini" memberi janjinya namun jalannya yang membuktikan kelak..
tak peduli dinilai bejat...
tujuan harus tau konsekuensi..
selanjutnya pelajaran berharga akan hadir dengan sendirinya...

yang dijalani pada fase hidup bersama nantinya..


Selasa, 03 November 2015

Bertuhan

BERTUHAN

Ketika Sunyinya malam menghampiri
Dan Dinginnya malam menerpa raga ini
Disaat itu pula seharusnya mata mengarah menatap ke arah yang lebih jelas
Meski Matapun tidak dapat melihat cahaya yang amat terang
Berusaha dan terus berusaha  untuk melihat
Meski memang  hanya  satu orang yang benar-benar  pantas melihatnya dan paling dekat dengannya
Dan hanya muhammad saw
dan rasul-rasulnya sekilas juga dapat melihatnya
Dan selaku semua (kami)
Akan senantiasa mengikuti semua sunnahmu..
Ikhthinassirotolmustakimmm...

By: februdi akbar


Senin, 02 November 2015

Cerita senja di balik abu-abu 2013

Cerita senja di balik abu-abu 2013

Pagi hari telah datang seperti biasanya. Serasa hal ini tak akan mungkin lagi di jangkau oleh pandang kedua ciptaanmu ini. Selisih 3 tahun seperti 3 menit. Apakah pertanda..?, ini bukan hanya sekedar menjadi adam yang akan dewasa akal & budi pekertinya kelak, namun juga berujung akhlak yang menyertainya.
serasa hal itu tak akan pudar diingatan dan tak lekang oleh waktu. Siapa sangka yang dulunya hanyalah sepucuk sekarang mulai akan tumbuh menjadi pohon yang insaalaah akan kokoh.
Ini adalah singgasana cerita di balik abu-abu 2013, dimana insang cinta, bersahabat, berteman dan 5 orang merpati yang selalu ikut di dalam cerita.
Di balik siang hari itu serasa cerah seperti pagi hari selalu. Ini tak seperti hari biasanya. Ini hari awal mulanya senja itu dan menutup hari pagi-pagi selanjutnya.
Pagi dimana hari yang membebaniku setiap akan menuju senja yang ada di ufuk barat sebelah lapangan masjid itu. hati terasa gemetar ketika akan masuk ke senja itu. hati tak tenang ketika akan masuk ke gerbang pembuka gedung yang besar nan indah itu.  
Ini awal untuk melukis lembaran putih baru lagi. yang dulu sudah pudar akan waktu yang menyeliputinya. Putih dan hitam..? tak tau lagi mana yang lebih terang. Apakah gelap atau terang, hanya ruh di dalam adam yang tau. dan tuhan yang dzatnya tak pupus oleh ruang dan waktu dan ada sebelum ketiadaan yang lebih amat tau akan ruh adam ini.

Senja pagi ini adalah awal baru tingkatan ke 4 menjejaki hidup di bumi beratap bangunan di sebelah lapangan masjid. Ingatan ini selalu ingin menentang kembali ke masa sebelumnya. Serasa mulut ingin melontarkan kata dan pikiran terus bergejolak “ini bukan saya”, ”ini bukan saya”, dan “ini bukan saya”. ini hanyalah ilusi yang dibuat oleh susasana yang memaksakanku untuk melepas yang sudah diraih dan melanjutkan kedepan.
Hidup katanya tak boleh mundur. Hidup harus terus maju. Meski sakit ini memaksa melupakan kenangan yang telah di buat sebelumnya. Hati ini ragu, bingung, dan tak tau siapa yang harus disapa di saat aku di dalam gedung yang molek nan kokoh itu. Lirikan ke keri bukan siapa-siapa, lirikan kekanan juga bukan siapa-siapa, lirikan kedepan bukan siapa-siapa, dan lirikan kebelakangpun bukan siapa-siapa.
Ketidaktauan itu memaksakan adam ini berusaha menjadi lebih baik. haruslah Berfikir katanya, untuk awal yang harus di usahakan untuk seorang insan. Tak ada kata takut, bimbang, dan bingung. Harusnya ditempuh dengan berani. Sampai di titik itu aku berjumpa dengan satu persatu merpati sampai lengkap menjadi 5. 5 merpati yang memiliki prinsip yang kuat nan berbeda. Adam ini mengakui prinsip mereka kuat berbeda dan bertujuan. Tak ada satupun yang ingin menimpangkan satu sama lain. inginnya berbeda namun tetap bersatu, bulat dan menjadi cinta bersahabat tak terpisah.
Di hari lain kita bercanda tawa, berkumpul dan  berbincang dari salah satu 5 merpati itu. merpati berbicara tentang hawa. Yang lain terpana ingin mengikuti  pembicaraan dan adam inipun juga. Cerita dimana merpati memperjuangkan cinta hawa meskipun berbeda usia namun saling cinta. Terpaut 2 mil dari si merpati tapi tak melengangkan dan menggugurkan hatinya untuk memperjuangkannya. Meskipun cibiran kerap kali datang, bisikan yang menggugurkan hati sering terbisik di telinganya. Namun merpati tetap kuat mempertahankan cintanya. Katanya “cinta harus diperjuangkan”. “jangan menyerah akan perbedaan”. tak masalah terpaut 2 mill. Namun merpati mengatakan saya cinta hawa. adam ini pun terpelanga dengan cinta dirinya dengan hawa.
Sekejap keheningan malam menggantikan pembicaraan “hawa” ke hari selanjutnya. Hari itu salah satu dari ke 5 merpati memulai pembicaraan dengan pembicaraan yang sama yaitu “hawa”. Adam dan ketiga merpati mengikuti pembicaaraan itu. merpati berbicara seorang hawa yang disukanya namun dimiliki orang lain. hatinya sakit tak tertahankan sampai rasanya ingin melampiaskan ke hawa yang lain. namun serentak dari ke 4 berkata” janganlah kau buat seperti itu, itu tidak baik, biarkan dia bersenang dengan orang lain” pada saatnya engkau merpati akan dapat hawa yang seperti kau harapkan. Elok rupanya, baik budi pekertinya, dan cinta yang tulus,..insaallah.
waktu yang terus berputar mempertemukannya dengan hawa yang di dambakannya. elok wajahnya, enak di pandang, dan primadona di gedung yang kuat nan indah itu. dirinya bersyukur mendapatkannya, ke 4 merpati iri melihatnya. kenapa dia bisa kita pun tak bisa.
Malam selanjutnya berganti, dan kelima merpati berkumpul seperti biasanya. Tertawa, bercanda, dan tak tentu arah pembicaraan. Sampai salah satu  memulai pembicaraan tentang angan-angan memiliki seorang sosok pendamping hidup “hawa”. Merpatipun berkata ”akupun merasa tak seelok tampan dapat seorang hawa yang ku cinta”. Serentak ke 5 lima berkata “janganlah kau begitu kawan”. Hidup haruslah dijalani, jangan menyalahkan keelokan tampan. Yang dilihat disisinya bukan tampan melainkan ketulusan di dalam hati. Jangankan engkau, kita pun pernah seperti itu. tapi kembalikan lagi ke sisi yang paling sempurna. Jika si hawa bisa melihat ketulusan hati engkau yang begitu tulus terhadap cinta yang kau pegang. Tentulah dia tidak akan tega hati melepaskan engkau yang murni cintanya tanpa adanya imbalan apaun. engkau hanya mengharap ketulusan cinta hawa yang kau suka. Merpatipun menunduk dan bertegar hati menerimanya. Tersadar apa yang di benaknya adalah bukti ketidaksyukuran terhadap karunia dan rahmat yang di dapat. Gembira dan memerah wajahnya sambil berbinang mata semangat menanti sosok hawa yang akan siap dengan cintanya yang tulus di dada.
malam memetangkan terangnya tanpa bulan yang menyelimutinya. adam inipun pulang dan diikuti dengan ke empat merpati yang lain. keesokan harinya 5 merpati berkumpul lagi dan berbicang tentang hawa. Tinggallah adam ini dan satu merpati yang belum berbicara tentang hawa yang diimpikannya. Merpatipun memulai ceritakan hawa yang disukanya. Merpati ini adalah sosok yang pendiam, tak banyak tingkah, gedungnya pun di tempat favorit. Bergelimanglah hawa-hawa yang elok rupanya disana. Merpatipun mestinya tak akan sulit dapat hawa yang ingin di dapat. Merpatipun berkata, akulah tak susah dapat seorang hawa yang akan kusuka. Namun hati tak boleh memaksa untuk memaksakan hati mencintai seseorang yang elok-elok wajahnya. Hati ini tau siapa yang tulus akan cinta. tak butuh duit untuk pembukti kesetiaan. itu kelak hanyalah pendamping semata dalam menghidupi nafsu makan saja. Sesungguhnya cinta adalah yang datang dari kesudian cinta lawan jenisnya. dari cinta itu akan menentang nafsu-nafsu jahat dalam ruh. Memeperbaiki tindakan sesorang, melulukan amarah, melapangkan dada, menenangkan, dan menyabarkan. Itulah cinta sebenarnya yang merpati cari.
Meski merpati terlahir dari keluarga yang berlembaga orang tuanya. Namun dirinya tetep menjadi sosok merpati yang tak tinggi hati. Tidak menampilkan lembaga orang tuanya. Ini hanya titipan dari sisi yang sempurna. Dia dititipkan gelimpangan harta dan lembaga orang tuanya. Sedangkan merpati hanya tetap menjadikan dirinya sosok yang rendah. Tak mau akan kesombongan. Maunya berbaur dengan orang tak punya dan membantunya. Tak ingin melihatkan kelembagaan kedua orang tuannya.
Angin yang semakin dingin dan malam yang mulai memekat membuat ke 4 merpati terbinang akan yang di impikan merpati itu. Senyum dan terbinang air mata dibuatnya. Malam terasa semakin larut, kami 5 merpati pulang ke sarang singgasana masing-masing. di tunggu ke dua orang tua di sarang singgasana. Menanti kepulangan merpati dengan kabar yang baik.
          


To be continue..... J